Mengenal Astralis Tim CS:GO dengan Pendapatan Terbanyak di Dunia

Astralis dibentuk oleh roster-roster yang saat itu memutuskan keluar dari Team Solomid. Tepatnya pada 18 January 2016, dev1ce, dupreeh, Xyp9x, karrigan ,cajunb , dan zonic sebagai Coach memutuskan untuk membentuk Team Question Mark. Kemudian di hari berikutnya, 19 Januari 2016 tim ini merubah namanya menjadi Astralis.

Image result for René "cajunb" Borg astralis
roster awal Astralis

Berikut ialah nama-nama Roster awal dibentuk pada Januari 2016 tersebut:

  1. dev1ce: Nicolai Reedtz
  2. dupreeh: Peter Rothmann
  3. Xyp9x: Andreas Højsleth
  4. karrigan: Finn Andersen 
  5. cajunb: René Borg

Manajemen:

  1. Coach: zonic: Danny Sørensen
  2. CEO : realition : Frederik Byskov
  3. Founder: JLK : Jakob Lund Kristensen
  4. Creative Director: biglittle : Matthew Truelove
  5. Social Media Manager : PHedemark : Phillip Rasmussen

Dengan roster awal ini mereka belum mendapatkan Trophy juara sekalipun. Namun sudah 1x mendapatkan tempat di Semifinal (peringkat 3-4) yakni Maret 2016 , MLG Major Championship: Columbus saat kalah 2-0 melawan NaVi.

Image result for René "cajunb" Borg astralis

Hingga terjadinya perpindahan pemain dimana René “cajunb” Borg dijual ke Team Dignitas pada 19 Mei 2016, kemudian mereka langsung menggantikannya dengan Markus “Kjærbye” Kjærbye.

Image result for Markus Kjærbye astralis

Kemudian juga 2x mendapatkan peringkat 5-6, keduanya dibulan July 2016, yakni kejuaraan ESL One Cologne 2016 dan ELEAGUE Season 1. Tak kunjun berprestasi, kemudian juga Finn “karrigan” Andersen mesti dijual ke tim Faze Clan, pada 19 Oktober 2016.

Image result for karrigan astralis

Selang 2 hari sebelum ELEAGUE Season 2 dimulai 21 Oktober 2016. Kemudian pada 24 Oktober 2016, didatangkannyalah pemain yang mengubah squad ini semakin kokoh, Lukas “gla1ve” Rossander.

Image result for gla1ve astralis

Dengan masuknya gla1ve, Astralis mulai mendapat angin segar, dengan menjadi Runner Up di ELEAGUE Season 2 serta akhirnya mendapatkan Trophy pertama mereka, Esports Championship Series Season 2 – Finals sekaligus mendapat uang hadiah sebesar $250,000 dengan mengalahkan Optic Gaming di Finals, membalas dendam mereka di ELEAGUE Season 2.

Berikut roster Astralis hingga akhir 2016:

  1. dev1ce: Nicolai Reedtz
  2. dupreeh: Peter Rothmann
  3. Xyp9x: Andreas Højsleth
  4. gla1ve: Lukas Rossander
  5. Kjærbye: Markus Kjærbye
  6. Coach : zonic: Danny Sørensen

Pada bulan depannya pada Januari, membuka tahun 2017, mereka langsung melahap Trofi juara: ELEAGUE Major: Atlanta 2017. Berlanjut pada Maret 2017 mereka mendapatkan gelar juara 1 lagi pada kejuaraan Intel Extreme Masters XI – World Championship. Dengan berhentinya trofi juara 1 pada bulan Maret 2017 tersebut, menutup tahun 2017 dengan beberapa peringkat 4 Besar serta Runner Up.

Kemudian di 2018 pada bulan Februari tanggal 2 mereka harus menjual Markus “Kjærbye” Kjærbye ke tim North, dan mendatangkan pemain baru 5 hari sesudahnya yakni Emil “Magisk” Reif .

Image result for Emil Reif astralis

Kedatangan pemain baru lagi-lagi membuat angin segar baru. Hingga membuat 2018 yang adalah tahun mereka, hingga artikel ini saya buat (12 Desember 2018), ada 7 trofi juara 1 yang dikoleksi oleh mereka. Yang menjadikan mereka sebagai Tim dengan pendapatan tertinggi di Counter-Strike: Global Offensive, dengan total pendapatan : $5,759,102.15 atau setara dengan Rp 84,101,679,361.81 (84 Milyar Rupiah).

Berikut roster Astralis hingga akhir 2018:

  1. dev1ce: Nicolai Reedtz
  2. dupreeh: Peter Rothmann
  3. Xyp9x: Andreas Højsleth
  4. gla1ve: Lukas Rossander
  5. Magisk: Emil Reif
  6. Coach : zonic: Danny Sørensen

Related image

Berikut ialah keseluruhan Trofi juara 1 yang sudah mereka koleksi:

Leave a Reply