Mengenal OG Esports, Raja Dota 2018 (bag 1)

Turnamen terbesar dan termegah di tahun 2018 untuk penggemar DOTA, The International 2018 menguak cerita epik layaknya Cinderela yang dipinang dari bermacam-macam wanita oleh sang pangerang tampan nan super kaya. Ya….OG Esports menjuarai turnamen tersebut dengan mengalahkan PSG.LGD dengan skor 3-2.

Sabtu malam yang harusnya dingin menjadi panas, setelah OG Esports menggondol $11 juta atau sekitar 158 Miliar Rupiah.

OG Esports menjuarai TI 2018. (Jeff Vinnick- Getty Images)

Lantas, siapa sih OG Esports?

Banyak kalian yang tahu, dan mungkin lebih banyak dari kalian yang belum mengenal siapa mereka, prestasi apa yang mereka sudah capai, dari mana asal mereka?

Yuk kita bahas satu persatu

SEJARAH

OG Esports merupakan tim bentukan 2 orang Top Player DOTA 2, yakni Fly (Tal Aizik) dan N0tail (Johan Sudstein).

Image result for fly and n0tail
N0tail dan Fly (kanan)

Di musim panas tepatnya 28 Agustus 2015, 2 pemain pro yang saat itu bermain untukTeam Secret,  awalnya membentuk tim (monkey) Business. Dengan pendapatan sebesar $37,194 atau sekitar 536 juta rupiah, akhirnya tim tersebut berubah nama menjadi OG Esports di bulan Oktober 2015.

Membuat pencapaian yang sangat baik, November 2015 mereka menjuarai Frankfurt Major. Dengan roster awal: Fly, N0tail, MoonMeander, Miracle-, dan Cr1t-. Kemudian lanjut menjuarai Manila Major di Juni 2016, yang akhirnya menjadi tim pertama yang mengulang sebagai juara dari turnamen Dota 2 yang disponsori langsung oleh Valve Corporation ini.

Pergantian roster pun tak terelakkan, MoonMeander, Miracle-, dan Cr1t- keluar dan digantikan oleh s4, ana, dan JerAx.

Dengan pencapaian tersebut, tak jarang membuat para penikmat DOTA 2  mengidolakan mereka sebagai favorit juara di TI2016. Mereka pun mendapatkan direct invite, bermain cukup baik pada turnamen tersebut, dengan lolos fase grup sebagai juara grup. Namun akhirnya turun ke loser brackets dan kalah melawan MVP Phoenix. Total skor OG Esports diturnamen tersebut yakni 9-12.

Pada 2018 , OG tidak lagi memenuhi syarat untuk langsung diundang ke The International 2018 dikarenakan pada pertengahan tahun ini mereka ditinggalkan pendiri serta roster lainnya, Tal “Fly” Aizik dan Gustav “s4” Magnusson meninggalkan tim untuk bergabung dengan Evil Geniuses, Roman “Resolut1on” Fominok join di VGJ.Storm.

Dengan cepat mereka mencari roster pengganti, dan akhirnya didapatkannya lah Topias “Topson” Taavitsainen, ana (roster lama yang sempat break 1 tahun), serta pelatih sebelumnya Sébastien “Ceb” Debs yang akhirnya menjadi roster lagi.

Leave a Reply