Astralis resmi masuk dalam Liga Waralaba EU LCS 2019

Menurut laporan dari ESPN, Jacob Wolf, Astralis akan menjadi salah satu tim yang ikut serta dalam liga waralaba EU LCS pada Januari 2019 mendatang. Sebaliknya, 3 tim yang berpatisipasi pada Liga sebelumnya, yakni Giants Gaming, Team ROCCAT dan Unicorn of Love tidak akan berpartisipasi dalam liga waralaba EU LCS 2019 nanti.

 

Mengutip sumber tanpa nama menginformasikan, acara itu akan dibawakan oleh caster Denmark Martin “Deficio” Lynge.

 

EU LCS mengungkapkan rencana waralaba untuk 2019

EU LCS mengikuti jejak NA LCS yang berhasil menjalankan format waralaba ini. Nanti pada 2019 pembagian pendapatan, lisensi waralaba dan minimum peningkatan gaji pemain minimum akan diberlakukan.

Pada liga North America LCS. Tim akan melalui proses aplikasi, dan pelamar yang berhasil akan membeli tempat di liga tersebut. Dengan tempat mereka, mereka akan memiliki perjanjian pembagian pendapatan dengan liga. Dalam perjanjian ini, pemain akan menerima 35 persen dari pendapatan untuk menutupi gaji mereka. Tim dan Riot Games masing-masing akan mendapatkan masing-masing 32,5 persen.

Gaji pemain utama akan ditingkatkan menjadi € 60.000 per tahun (sekitar Rp 1 Milyar). Saat ini menetapkan bahwa sebuah tim harus membayar pemain atau pelatih pada daftar yang aktif € 2.000 (sekitar Rp 35 juta) per bulan. Pemain di daftar pemain pengganti harus dibayar setidaknya € 450 (Rp 8 juta) per bulan, dengan jaminan € 400 (Rp 7 juta) kotor untuk setiap minggu mereka bermain setidaknya satu pertandingan LCS.

Untuk peraturan yang berlaku kemarin di NA LCS, tim existing harus membayar $10 juta (sekitar Rp 144 Milyar) dan $ 13 juta (sekitar Rp 187 Milyar) untuk tim baru.

 

Leave a Reply