Apakah Esport di Indonesia semakin meroket?

Esport di Indonesia mulai menunjukan tanda-tanda perkembangan yang semakin membaik di pertengahan 2018. Bagaimana tidak? Sekarang bila kita membuka youtube, tak jarang muncul kompetisi-kompetisi esport yang disiarkan dan bahkan menjadi “content” buat youtuber-youtuber. Lalu, bila kita sesekali ke mall-mall besar seperti Taman Anggrek, Mall Puri Indah, Central Park, Senayan City, beberapa kali kita menjumpai sekerumunan orang duduk rapi, sabar menonton orang -orang bertanding dipodium lewat layar monitor besar.

Esport merupakan cabang olah raga yang tergolong cukup muda usianya namun menjadi primadona. Esport merupakan kompetisi video game atau olah raga elektronik. Sebenarnya di Indonesia kompetisi-kompetisi ini sudah ada dari tahun 2000an , saya yang merupakan gen X, penikmat dan saksi hidup Nintendo, Sega yang akhirnya dilumat oleh Sony Play Station, juga sering mengikuti kejuaraan-kejuaran seperti ini. Pada kala itu menjadi favorit untuk dikompetisikan ialah:

1. Tekken 3

2. Winning Eleven 4

3. Gran Turismo 2

Kemudian terjadi peralihan dari video game konsol ke PC, ditandai dengan munculnya genre MMORPG pada kloter awal yakni: Nexia, Ragnarok Online dan Laghaim. Dikarenakan genre dari ketiga game tersebut yang merupakan single fighter game serta mulai migrasinya pemain konsol ke PC. Sehingga kompetisi konsol video game menyisakan Tekken dan Winning Eleven dengan masing-masing seri lanjutannya. Kadang dibarengi juga dengan Virtual Fighter dan Street Fighter. Kompetisi Esport mulai tidak terdengar hingar bingarnya di Indonesia.

Beberapa tahun berlalu, perusahan Valve mengeluarkan game PC dengan genre First Person Shooter Counter Strike-nya, akhirnya kompetisi ini mulai meledak lagi, dengan perwakilan Indonesia di World Cyber Gamesnya. Dari situ lah gemericik-gemericik berita mengenai, “Pemain Pro Esports bisa digaji perbulannya!”. Muncul lah game-game baru yang cukup banyak penggemar dan dinilai oleh pebisnis cukup baik untuk di jadikan kompetisi, seperti Starcraft, Warcraft, Ayo Dance,dll.

Di akhir 2000 Esport di Indonesia mulai naik daun kembali, dengan Star Craft dan War Craft  duduk dipuncak untuk urusan Real Time Strategy, CS stabil menduduki nomor 1 LAN Games , kemudian PES dan FIFA, di game olahraga , serta Tekken dan Street Fighter memegang kendali digenre Fighting.

Perkembangan tersebut diikuti dengan DOTA 2, League of Legends, Overwatch, Point Blank di tahun 2013-an.

Kemunculan Mobile game yang free di Play Store dan App Store pun menggenjot pertumbuhan Esport dengan munculnya MOBA Analog yang gempar di Indonesia, Mobile Legends: Bang Bang.

 

Euforia berhujung Formal

ASIAN Games 2018 yang mengharumkan tanah air Indonesia dengan perolehan medalinya, pun ikut menambah gegap gempita Esport menjadi semakin besar dan besar lagi. Dengan mempertandingkan secara eksebisi 6 cabang Olah Raga Esport: Arena of Valor, Clash Royale, Hearthstone, League of Legends, Pro Evolution Soccer,danStarCraft II.

PSKD 1 Jakarta yang sempat menjadi topik perbicangan para calon orang tua murid dan pencinta Esport tanah air, mengeluarkan Ide brillyan dengan membuka program Esport di sekolahnya, yang tidak tanggung-tanggung hingga disponsori oleh perusahaan besar. Mereka gencar mengiklankan Esport, dan berharap menjadi booster pemancing murid baru, yang padahal tentunya tidak dimerngerti oleh para calon orang tua murid apa manfaatnya. Mereka pun serius dan fokus mendidik serta berusaha tetap menjadi keseimbangan, dengan mengeluarkan syarat dan peraturan: Tanggung jawab peserta program eSports SMA 1 PSKD antara lain:

  1. Mempertahankan nilai raport rata-rata minimal 80 selama masa sekolah di SMA 1 PSKD.
  2. Mengikuti dan mentaati semua peraturan yang berlaku bagi murid SMA 1 PSKD.
  3. Aktif mengembangkan penguasaan bahasa kedua selama masa sekolah di SMA 1 PSKD (English recommended).
  4. Mengikuti semua kegiatan latihan, dan pertandingan program eSports SMA 1 PSKD, sesuai peraturan yang berlaku di lingkungan SMA 1 PSKD.
  5. Selalu menjaga nama baik sekolah dan cabang yang didalami dengan penuh tanggung jawab. Posisi eSports sebagai suatu bidang yang masih dianggap kontroversial memberikan beban tambahan bagi para peserta program untuk bisa menjadi contoh positif dalam mengatasi stereotipe negatif yang ada dimasyarakat terhadap bidang eSports.

Semoga perkembangan Esport di Indonesia dapat memberikan dampak baik dari segala bidang.

Maju Terus Esport Indonesia.

 

 

Penulis: Johanes Laluur (ADMIN)

Leave a Reply